Koordinator PS Teknik Pertanian UNSOED Bekali Peserta MAKRAB & OUTBOUND GEAR TEP 2018 tentang “Prinsip Dasar, Pengembangan, dan Peluang Pasar Keteknikan Pertanian”


[tep.faperta.unsoed.ac.id, 22/09/2018] – Himpunan Mahasiswa Agricultural Engineering (HIMAGREEN) Program Studi Teknik Pertanian (PS TEP) UNSOED kembali menggelar kegiatan Makrab & Outbound Gear TEP 2018 pada tgl. 21 s.d. 23 September 2018, bertempat di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan tersebut diawali dengan pembekalan peserta mahasiswa baru oleh PS TEP, dan dilanjutkan oleh beberapa unit kerja HIMAGREEN, seperti Komunitas Mr. Engine (Alat dan Mesin Pertanian) dan CAD (Community Aided Design).

  

Kali ini, Krissandi Wijaya, Ph.D. selaku Koordinator PS TEP memberikan materi pembekalan tentang “Prinsip Dasar, Pengembangan, dan Peluang Pasar Keteknikan Pertanian dalam lingkup Agroindustri Pedesaan” Disampaikan Krissandi, bahwa dasar keteknikan pertanian terletak pada berbagai upaya pengembangan (“rekayasa”) dan pemanfaatan bahan dan sumber/tenaga alam yang ada untuk mendukung optimalisasi kegiatan pertanian beserta aspek-aspek yang terkait di dalamnya dari hulu sampai hilir dalam lingkup agroindustri pedesaan. Dengan demikian, pencapaian swasembada pangan sebagai ending dari kegiatan pertania dapat diwujudkan secara efektif dan efisien. “Langkah nyata dari pengembangan keteknikan pertanian dapat dilakukan mulai dari proses pembelajaran berbasis enginering, dimana fisika dan matematika menjadi core-nya, serta kegiatan-kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (diseminasi teknologi tepat guna) yang mencakup 5 (lima) bidang kajian TEP (Alat dan Mesin Pertanian, Teknik Pengelolaan dan Pengendalian Bio-Lingkungan, Teknik Penanganan dan Pengolahan Hasil Pertanian, Teknik Sistem Termal dan Energi Terbarukan, dan Teknik Sistem Informasi dan Manajemen Industri Pertanian)”, jelasnya.

Lebih jauh, penguasaan secara komprehensif prinsip dasar dan pengembangan keteknikan pertanian oleh mahasiswa/lulusan TEP sangat fundamental, terlebih pada Era Industry 4.0 yang saat ini ramai diperbincangkan, sehingga diharapkan kedepan daya saing mahasiswa/lulusan TEP dapat semakin ditingkatkan. Krissandi mengungkapkan bahwa dengan penguasaan ilmu pertanian berbasis engineering yang mendalam, lulusan TEP diyakini dapat bersaing dan menangkap berbagai “peluang pasar” yang ada, mulai dari dosen/peneliti, praktisi pemerintahan/swasta, wirausaha, sampai konsultan serta peluang-peluang lainnya dalam lingkup bio-system yang cakupannya lebih luas dari pertanian.”Dengan demikian, tidak perlu terlalu khawatir, selama fight dan commit terhadap penguasaan bidang keteknikan pertanian, mahasiswa/lulusan TEP dapat hidup dan berkiprah dimanapun guna memajukan pertanian negeri kita tercinta sekaligus membantu pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan”, pungkasnya.

Tetap Semangat Para Pejuang TEP!…Maju Terus, Tak Kenal Menyerah!…(d’kg)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.